
Allah berfirman untuk memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman agar bertakwa kepada-Nya. Lafadz ketakwaan apabila disertai dengan ketaatan kepada-Nya, yang dimaksud adalah tindakan menghindari segala hal yang haram, dan meninggalkan semua larangan. Setelah itu Allah berfirman: wabtaghuu ilaiHil wasiilata (“Dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya.”) Sufyan ats-Tsauri mengatkan dari Thalhah, dari ‘Atha’, dari ibnu ‘Abbas: “Maksudnya ialah kedekatan.” Hal yang senada juga dikatakan Mujahid, Abu Wa-il, al-Hasan, Qatadah, ‘Abdullah bin Katsir, as-Suddi, Ibnu Zaid, dan beberapa ulama lainnya.
Adapun Qatadah berkata: “Artinya, hendaklah kalian mendekatkan diri kepada Allah dengan mentaati-Nya dan mengerjakan yang diridlai-Nya.”
Mengenai al-wasilah ini, Ibnu Zaid membaca ayat: ulaa-ikal ladiina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbiHimul wasiilata (“Orang-orang yang kamu seru itu, mereka sendiri mencari jalan [wasilah] kepada Rabb mereka.” (al-Isra’: 57) itulah yang dikemukakan oleh para imam yang di dalamnya tidak terdapat perbedaan pendapat di antara ahli tafsir.
Mengenai al-wasilah ini, Ibnu Zaid membaca ayat: ulaa-ikal ladiina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbiHimul wasiilata (“Orang-orang yang kamu seru itu, mereka sendiri mencari jalan [wasilah] kepada Rabb mereka.” (al-Isra’: 57) itulah yang dikemukakan oleh para imam yang di dalamnya tidak terdapat perbedaan pendapat di antara ahli tafsir.
Ibnu Jarir mengucapkan perkataan seorang penyair:
Bila lengah pengadu domba, kami kembali lagi berhubungan.
Maka kembalilah kejernihan antara kami dan juga seluruh jalannya.
Bila lengah pengadu domba, kami kembali lagi berhubungan.
Maka kembalilah kejernihan antara kami dan juga seluruh jalannya.
EmoticonEmoticon